|
|
| Rabu, 08 SEPTEMBER 2010 |
|
|
|
Halaman ARTIKEL (7)
| Kirim artikel? Klik disini |
VGA Card ONBOARD pada Notebook |
| Sumber / pengirim :
TCS Team webadmin@gorontalocomputer.com |
Isi Artikel :
Saat ini trend yang berlaku pada Notebook adalah fitur “on-board”, walau kita tidak menyadarinya. Sebagai contoh :
Web Camera dulunya selalu terpisah, tapi skrg hampir rata2 sudah terintegrasi. Biar on-board, tapi resolusinya cukup tinggi dan akan terus berkembang.
Slot PCMCIA sudah gak laku, karena penggunaan card tambahan sudah berkurang signifikan. Walaupun skrg sudah ada slot Express (pengganti PCMCIA), tapi card yang menggunakan itu sangat jarang.
Flash Memory Card Reader skrg sudah menjadi bagian notebook.
Pada notebook high-end, sudah biasa menggunakan speaker stereo berkualitas tinggi (Harman Kardon atau Sonic GEAR) terintegrasi. Dulunya, notebook diklaim hanya bisa menggunakan speaker kualitas rendah saja karena faktor desain dan ukuran.
Beberapa notebook sudah mengintegrasikan S-PDIF dan Amplifier terintegrasi. Bahkan ada yang nekat akan mengintegrasikan tweeter segala !
Ada notebook yang sudah menggunakan TV Tuner (bahkan HP saja sudah ada). Kedepan kita gak perlu heran kalo notebook juga terintegrasi dengan televisi siaran digital, karena mobil pun sudah dilengkapi dengan fasilitas itu.
GPS Module nanti juga akan di-integrasikan pada notebook, sehingga kita bisa membaca peta digital dengan bantuan Google Earth ! Semua mobil Toyota (termasuk Kijang), akan mengintegrasikan (onboard) perangkat GPS di semua seri mobil mereka mulai tahun 2008. Jadi kalo notebook menggunakan itu, sudah tidak mengherankan.
Module WIMAX akan diintegrasikan pada semua chipset Intel (masih tahap penjajakan).
Dan yang terakhir : Card modem 3G atau 3.5G (HSDPA) sebentar lagi akan menjadi bagian notebook sebagai fitur On-board. Jadi kita gak perlu beli USB Modem atau HP untuk ber-internet di notebook !
Kesimpulannya, menggembar-gemborkan VGA eksternal adalah hal yang “mengada-ada”. Itu Cuma strategi perusahaan2 VGA untuk tetap membuat produk mereka eksis. Sebagai contoh, dulu mereka berupaya membuat VGA eksternal pada perangkat HP dan PDA. Proyek ini kandas, ditentang oleh sebagian besar produsen handset karena selain boros juga membuat form gadget semakin besar. Rasanya kualitas grafik bisa tetap memukau walau gadget hanya menggunakan VGA terintegrasi, contohnya Apple i-Phone (siapa yang meragukan produk ini ?).
Saya ingin memberikan sedikit masukan mengenai masalah VGA on-board (graphics integrated) yang sering dimasalahkan oleh pengguna notebook Axioo.
Saat ini HAMPIR semua produk Notebook menggunakan VGA on-board, dengan pertimbangan faktor :
1. VGA on-board lebih hemat daya (jadi hemat battere)
2. Hemat space atau ruang pada notebook, sehingga akan lebih ringan
3. Hemat cost, sehingga harga notebook bisa lebih terjangkau
4. VGA on-board umumnya paling kompatibel dengan sistem dibanding card VGA tambahan
5. Card VGA tambahan (eksternal) biasanya berbentuk blok seperti battere yang akan memperberat notebook secara keseluruhan
6. Teknologi yang semakin maju, sehingga kualitas VGA on-board semakin baik dan berkualitas (seperti buatan Intel)
7. Notebook tidak membutuhkan grafis high-end seperti PC, karena pada dasarnya difokuskan untuk pengguna yang mobile (mobile users)
Notebook yang menggunakan VGA Card eksternal (kadang disebut sebagai discrete grafics card) sangat jarang dibuat. Biasanya tipe ini dibuat untuk kebutuhan tertentu, seperti desainer atau gamer -walau tetap tidak cocok dengan kebutuhan sesungguhnya. Sebagai contoh, seorang designer grafik biasanya lebih memilih PC Desktop atau Apple McIntosh compatibel. Begitupula dengan pemain game yang lebih nyaman menggunakan PC Workstation atau Game Console (seperti Sony Playstation).
Yang perlu diingat bahwa kualitas VGA on-board sekarang semakin baik dan berkualitas, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin baik. Onboard bukan berarti dia TIDAK menggunakan mesin pengolah, tapi mesin pengolah tersebut sudah di-integrasikan (jadi satu) pada chipset utamanya. Jadi walau notebook itu on-board, tetap saja punya controller VGA terpisah (yang di-integrasikan pada chipset). Itu sama halnya dengan chip L2 Cache Memory yang terintegrasi pada inti processor.
Memang kadang ditemukan kualitas yang tidak begitu bagus pada seri notebook Value yang tidak menggunakan chipset Intel (misalnya SiS dan Via). Tapi ini sudah sepadan dengan harganya yang value, sehingga sistemnya juga dibuat standar. Orang harus “sadar diri” ketika menggunakan notebook value jangan “berkeras” berharap mengolah grafik tingkat tinggi. Itu sama dengan analogi : jika naik motor bebek, jangan dibuat untuk balapan pada sirkuit
Mitos di seputar penggunaan VGA eksternal :
VGA Card eksternal digunakan pada merek notebook branded yang high-end TIDAK BENAR, karena rata-rata semua notebook menggunakan VGA on-board, apalagi yang berbasis Intel Centrino. Merek tertentu dengan VGA eksternal biasanya Cuma variasi tipe yang ditujukan untuk segmen tertentu. Itupun biasanya jumlah tidak banyak.
Performance notebook akan lebih baik menggunakan VGA eksternal BELUM TENTU, performance tidak hanya bicara VGA tapi juga bergantung pada karakteristik processor, RAM dan aplikasi yang digunakan. Mengaitkan performa dengan VGA eksternal Cuma gimmick marketing saja !
Pengolahan grafik tingkat tinggi (misal 3D) hanya bisa dilakukan pada VGA eksternal TIDAK BENAR, karena grafik tingkat tinggi juga bergantung pada karakteristik processor dan RAM yang digunakan. Selain itu VGA on-board saat ini sudah berkemampuan tinggi sejak Intel memperkenalkan fitur Intel Graphics Media Accelerator (GMA) yang merupakan grafik berkualitas tinggi yang langsung di-integrasikan pada chipset utama.
Windows Vista hanya bisa berjalan baik dengan VGA eksternal TIDAK BENAR, karena semua VGA on-board saat ini sudah menjalankan Windows Vista dengan baik (Vista Ready). Syaratnya hanya dengan menggunakan Processor dan kapasitas RAM yang direkomendasikan (minimal 512 MB).
VGA on-board menggunakan shared RAM sehingga membebani performa secara keseluruhan TIDAK SEPENUHNYA BENAR, karena pada dasarnya semua VGA (baik on-board maupun eksternal) juga shared pada RAM utama. Yang sering digembar-gemborkan Cuma VGA onboard yang melakukan itu, padahal pada dasarnya semua pengolahan grafik selalu memerlukan RAM utama dalam konteks yang berbeda2. Lagiupula saat ini telah ada fitur teknologi Intel Dynamic Video Memory Technology (DVMT) version 3.0 yang dapat mengalokasikan kapasitas shared secara efektif, efisien dan otomatis sehingga performa tidak akan berkurang sama sekali.
Versi DirectX 10 (inti aplikasi multimedia) hanya disupport oleh VGA eksternal TIDAK BENAR, karena beberapa Intel GMA terbaru (VGA onboard pada chipset Intel) telah men-support DirectX 10 dengan baik dan sempurna.
Upload : 13-02-2008 |
| | | |
| |
|
|
| Pencarian |
|
|
|
| Komentar Anda |
Untuk melihat komentar-komentar yang masuk, klik disini!!!
|
| Polling |
|
| Link Terkait |
|
Support : YM  Halaman ini dilihat: 27141 kali
Your IP: 38.107.191.87 |
|
|
|